Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Jamiyyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Jamiyyah. Tampilkan semua postingan
Senin, Mei 03, 2010
Kamis, Februari 11, 2010
Rapat Triwulan ke-3 Tahun ajaran 2009-2010
Assalamualaikum Wr.Wb,
Dear mom and dads
Pada tanggal 9 Pebruari 2010 jam 13.00 kemarin, Jamiyyah SD mengadakan rapat triwulan ke-1 semester 2 Th.2009-2010 bersama dengan kepala sekolah Bp. Budiyarno & para wakil kepala sekolah ( Bp. Ruswanto dan Bp.Dian ). Sementara pihak Jamiyyah yg hadir adalah M.Totik (ketua), M. Arka ( wakil kt.), M.Fadhil ( sekr 1), M.Nanet (sekr.2), M.Fendy ( Bendahara ), M.Adit, M.Gibran (sie sosial).
Rapat kali ini membahas segala permasalahan yang dikemukakan oleh para orangtua murid kepada pihak pengurus Jamiyyah. Rapat berjalan lancar dan semua keluhan orangtua yang rata-rata menyangkut permasalahan belajar mengajar akan segera ditindaklanjuti oleh pihak sekolah.
Berikut beberapa hal yang kami bahas dalam rapat :
1. Perlakuan Pembina Pramuka Puteri
Diketahui dari para orangtua murid bahwa ternyata selama ini, untuk para siswa putri khususnya kelas 3 & 4, ada pemberian hukuman yang kurang pantas.
2. Kebersihan WC dan perlengkapan sabun di dalam WC.
3. Jajanan anak.
4. Adab ajar mengajar oleh guru SDIA, terutama guru baru sbb:
- Adab percakapan / tata bicara guru kepada anak yang kurang pantas, seperti pemberian “label” kepada anak dan cara menegur anak yang kurang pantas
- Guru menyuruh anak menyalin dari papan tulis, dan langsung di hapus, sedangkan murid belum selesai mencatat.
- Cara pembelajaran bidang studi Math dan Sains; dimana penyampaian materi kepada anak sulit untuk di pahami.
- Pembahasan materi soal ulangan / PR; dimana jawaban benar-salahnya harus diberitahukan sehingga anak mengerti letak kesalahannya.
5. Permasalahn kenaikan SPP yang terjadi setiap tahun ajaran.
6. Guru BP; dalam menyelesaikan masalah anak harus sesuai dengan koridor psikolog perkembangan anak.
7. Sehubungan dengan hal di atas, perlu dikaji ulang akan perlu tidaknya memakai jasa konsultan psikolog dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul.
Label:
Kegiatan Jamiyyah
Selasa, Desember 29, 2009
Hari Ibu, 22 Desember 2009
Poster Hari Ibu
design by : Totik's mom
Sebelum acara ini dimulai, para ibu yang hadir dipersilakan mengisi daftar pertanyaan seputar tema, hal ini dilakukan sekedar mempersingkat waktu. Mengingat apa yang akan disampaikan oleh bu Hasta cukup banyak. Beberapa hari sebelumnya, para siswa dengan dikoordinir oleh para guru walikelas, membuat surat tertutup untuk ibu Hasta. Dalam surat tersebut, para siswa diperbolehkan melakukan "curhat" tentang apa saja kepada bu Hasta. Surat yang akhirnya terkumpul hampir 2 kantung plastik besar itu akan diupayakan dibalas oleh bu Hasta secara pribadi pula.
Acara dimulai tepat pukul 08.00, dengan pembacaan ayat suci Al-Quran beserta terjemahannya, dilanjutkan beberapa sambutan, a.l sambutan Ketua Panitia/Ketua Jamiyyah SD, Kepala sekolah dan Kabid Pendidikan Yayasan Al Fikri. Bu Hasta sendiri hadir tepat pukul 08.30, ketika paduan suara anak-anak Al Azhar tengah membawakan beberapa lagu. Suasana mejadi haru, saat seorang anak anggota paduan suara, membawakan puisi, disambung lagu oleh beberapa rekan, dan diakhiri dengan pemberian bunga mawar kepada beberapa tamu yg hadir. Saya sendiri, meskipun itu hanya bunga plastik, merasa tersentuh saat menerimanya. Anak saya sendiripun mungkin tidak ingat memberikan bunga pada ibunya di hari itu. Rasanya cuma sekali setahun, yakni hari Ibu, kami kaum Ibu merasa agak diistimewakan. Buat pak Milhan, many thank to you...you're such a great and multitalented teacher ! So proud we have a teacher like you !
Ketika acara inti berlangsung, kami sedikit terkejut atas paparan beberapa fakta oleh bu Hasta. Rasanya kami dipaksa "melek" dan mau melihat kenyataan akan apa yg sesungguhnya terjadi di sekitar kita. Kita tidak lagi bisa menutup-nutupi rasa ingin tahu anak akan pendidikan seks. Kita tidak lagi bisa berpura-pura bahwa mereka "masih bayi kecil kita". Kita, para ibu khususnya, benar-benar harus melihat bahawa anak kita sudah tumbuh dan mungkin karena pengaruh gizi & lingkungan, mereka menjadi cepat dewasa. Lupakan dan jangan membandingkan dengan masa kecil kita dahulu, yang mungkin saat duduk di bangku SMA baru mengetahui apa itu sistem reproduksi. Setidaknya dari paparan bu Hasta, para ibu diperingatkan untuk mempersiapkan putra-i nya sebaik-baiknya dalam menghadapi masalah keingintahuan mereka. Lebih baik mereka tahu dari ibunya, daripada tahu dari lingkungan yang belum tentu benar. Pendidikan seks sehat janganlah menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan. Dan tentu saja, kita harus memberikannya dengan berpedoman pada ajaran agama. Dasar moral dan agama harus dijadikan dasar berpikir yang kuat, saat kita mencoba menjelaskan reproduksi dini pada anak kita. Untuk yang satu ini, saya bersyukur di SDI AA 25 ada program Pesantren Akil Balig, yang pasti akan banyak membantu orangtua dalam hal ini.
Acara ini nampaknya ccukup menarik bagi para ibu, terbukti dengan banyaknya pertanyaan dari para hadirin. Hingga akhirnya, mengingat banyak sekali yg ingin berkonsultasi secara pribadi di rumah, bu Hasta memberi pula kesempatan konsultasi gratis pada beberapa peminat. Konsultasi diberikan setelah acara ditutup. Pada akhir acara, dibagikan beberapa doorprize, antara lain dari Jamiyyah SD, Rabbani dan Bank Mega Syariah. Sayangnya, hingga doorprize terakhir diberikan, nama penulis tidak disebut2 alias tak kebagian..hiks..sedih deh.
Selesai acara, panitia berfoto bersama bu Hasta dan dilanjutkan dengan kebiasaan rutin yakni beberes dan menyerbu bazaar. Bazaar kali ini diikuti oleh pihak luar pula. Kebanyakan yg dijajakan adalah makanan, mulai dari kentang goreng, gudeg, empek2, juice buah, burger dan lain-lain. Selain makanan ada juga beberapa stand pakaian muslim, tas import, sepatu dan cd edutaintmet untuk anak-anak.
Sebelum mengakhiri laporan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua rekan panitia yang telah bekerja keras mensukseskan penyelenggaraan acara ini, a.l :
Dhil's Mom, M.Nannete, M.Fendy, Mbak Fenty, Nova, M.Ilham-Kevin-Wita ( trio kembar dampit yg sangat kompak), M.Daham Raihan, M.Gibran, M.Fika, Bu Poppy, M.Kiko dan Bu Ondang.
Saya ucapkan terimakasih pula kepada pihak sekolah terutama pak Budiyarno, pak Khadik, pak Milhan serta pihak yayasan yakni pak Suharya, pak Bagyo, madam Tina, mas Rohim-Antok cs. Acara ini takkan sukses tanpa kerjasama yg baik pula dengan pihak sekolah dan yayasan. Semua kebaikan hanya Allah SWT yang mampu membalasnya.
Dekorasi Hari Ibu
design by : mr.Khadik-PSB
Mejeng sebelum acara mulai
ki-ka :m.Ilham, m.Kiko, putri b.Ondang, b.Ondang, m.Gibran, m.Raihan
Mejeng lagi...
ki-ka :b.Ondang, m.Fadhiil, anggota jamiyyah
Para anggota paduan suara SDI AA 25
membuka acara dg lagu-lagu merdu
Foto Bareng Bu Hasta
Ki-Ka : Bu Poppy, M.Daham, M.Fika, M.Ilham, Nova, Dhil's Mom, bu Hasta, penulis, M.Fendi, M.Wita, M.Nannete, M.Gibran, Mbak Fenty
Label:
Kegiatan Jamiyyah
Jumat, Desember 18, 2009
Hadiri Talkshow : Hastaning Sakti
Dalam rangka merayakan Hari Ibu maka Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 25 Semarang maka sebagai bentuk ucapan terimakasih kami kepada para ibu, Jam'iyyah SD menyelenggarakan acara :
Talkshow bersama psikolog terkenal Hastaning Sakti, S.Psi, M.Kes.
Tema : "Maunya Anak vs Maunya Orangtua" ( mengenal kesehatan reproduksi dini )
Tempat : di Aula Hj.Retno Wahyuningsih
Jam : 08.00 - selesai.
Hari/ Tanggal : Selasa, 22 Desember 2009
Acara dimeriahkan pula dengan Grand Bazaar Aneka Produk
Dalam talkshow ini ibu Hasta akan membedah kebekuan komunikasi anak vs ortu menyangkut pendidikan seks pada anak-anak. Di satu sisi, anak-anak sangat memerlukan pengetahuan tentang reproduksi dini sementara di sisi lain orangtua kadang terkendala oleh norma2 ketimuran sehingga sulit memberikan pemahaman dengan cara yang tepat. Untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang keinginan anak, maka minggu ini setiap siswa diwajibkan membuat satu surat tertutup berisi curahan isi hati mereka tentang orangtua, kepada ibu Hasta. Sedangkan untuk orangtua, yang akan menghadiri bisa menyerahkan lembar pertanyaan kepada panitia sebelum acara dimulai.
Label:
Kegiatan Jamiyyah
Kamis, Oktober 22, 2009
Tim Sains SDI Al Azhar 25 maju ke perempat final !
Minggu, 18 Oktober 2009 pukul 07.15, tim Sains SDI Al Azhar 25 yg diwakili Marsya, Rifki dan Totik ( semuanya dari kelas 5A ) didampingi Guru Pak Ahmad Fawzy, S.Pd & Mama Totik sebagai Ketua Jamiyyah SD berangkat ke Kampus Unnes Sekaran untuk mengikuti Lomba Olimpiade Sains se karesidenan Semarang. Lomba kali ini diadakan oleh FMIPA Fisika D3 UNNES dalam rangka Pekan Ilmiah Fisika. Lomba diselenggarakan di 3 kota secara serentak, Semarang, Demak & Kendal. Dari masing-masing kota akan diambil 10 regu, sehingga yg bisa maju ke tahap selanjutnya 30 regu. Tahap 1 diikuti oleh 118 regu.
Tepat pukul 09.00, lomba dimulai. Lomba kali ini merupakan lomba beregu. Untuk seleksi tahap 1, setiap regu memperoleh 1 amplop soal, berisi sekitar 50 soal, dimana di dalamnya juga terdapat soal-soal berbahasa Inggris. Untunglah selama ini, pak Fawzy sebagai guru pengampu bidang sains cukup banyak membekali anak-anak dengan soal sejenis. Seleksi di UNNES sendiri diikuti oleh berbagai SD favorit kota Semarang, antara lain Marsudirini, Tri Tunggal, Nasima, SDIT Firdaus, dll. Tapi penulis melihat, tim yg dipilih cukup percaya diri dengan kemampuannya. Terbukti saat sebelum lomba dimulai, penulis sempat mengajukan banyak soal untuk pemanasan, dan masing-masing anggota bisa menjawab dengan sangat tangkas.
Jam 10.00 lomba tahap 1 berakhir, disertai pembagian sertifikat keikutsertaan. Sambil istirahat makan & menunggu giliran pembagian sertifikat, penulis meminjam soal dari peserta, ternyata..bukan main, soal-soalnya sangat sulit. Mungkin pada saat penulis sekolah, soal sejenis itu baru diajarkan saat SMA.
Di akhir acara panitia mengumumkan bahwa hasil seleksi akan diumumkan hari Rabu, tgl. 21-10-2009 di website D3Fisika UNNES. Dan pagi tadi tepat pukul 11.00 ketika penulis membuka website, alhamdullilah..tim SDI Al Azhar 25 berhasil maju ke perempat final dg nilai 115, merupakan nilai ke 2 tertinggi sekaresidenan Semarang. Urutan ke-1 diduduki oleh SD Marsudirini.
Penulis mengucapkan selamat kepada peserta dan tak lupa kepada pak Fawzy yg lagi-lagi berhasil membawa anak didiknya merebut prestasi bergengsi. Ya, bulan Maret 2008, wakil SDI AA25 juga berhasil menempatkan 2 wakilnya ke babak final olimpiade mapel Al Azhar se Indonesia, yakni Annisa kelas 5 dan Totik kelas 4. Meskipun kemudian di babak final, hanya Totik yg berhasil meraih juara ke-2.
Penulis berharap semoga nanti di seleksi tahap berikutnya, regu AA 25 akan berhasil lolos hingga ke final dan bisa meraih juara.
Buktikan bahwa SDI AA 25 juga bisa menorehkan prestasi bergengsi !
Label:
Kegiatan Jamiyyah
Rabu, Oktober 14, 2009
Catatan dari : Peringatan Hari Ibu 2008
Mengusung tema " Menjadi Ibu Modern ", Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 25 untuk memperingati hari Ibu, menyelenggarakan Seminar & Diskusi Interaktif dengan pembicara Prie GS, wartawan, penulis, kartunis sekaligus motivator. Bertempat di Aula Hj.Retnoningsih, acara berlansung meriah. Selain Prie GS yg terkenal pintar berbicara hingga menggelitik nurani tiap orang, acara dimeriahkan juga dg pembacaan puisi Ibu oleh Fafa, siswi kelas 5 ( sekarang di kelas 6 ) yg sudah jadi langganan juara cipta & baca puisi hingga tingkat nasional. Selain puisi, ada juga lagu2 merdu yg dibawakan oleh Trio Ninin,Dhea,Tia, diiringi pak Milhan. Saat lagu Bunda dinyanyikan dg penuh perasaan oleh Dhea, hampir semua ibu-ibu yg hadir dalam seminar ini tak kuasa menitikkan air matanya, tak terkecuali penulis. Di awal acara, saat masuk ruangan hadirin bahkan sudah tersentuh hatinya oleh pembagian bunga plastik kreasi anak-anak AA 25.
Prie GS sendiri dalam seminarnya mengutarakan bahwa sebagai ibu jaman sekarang, harus mampu mengadaptasi nilai-nilai sekitar untuk memasukkannya dalam pendidikan anak. Bukan melulu pendidikan ilmu pengetahuan, namun Prie GS menyentil kaum ibu agar mampu melihat kondisi sosial di sekitar, untuk menumbuhkan empati sosial anak. Tentu saja semua disampaikan dg bahasa yg segar, humoris & tayangan slide yg menarik. Di akhir sesi, dibagikan piala bagi para juara lomba hari ibu & penyerahan kenang-kenangan bagi pembicara. Selain itu, bagi para hadirin yg aktif bertanya disediakan doorprize berupa buku2 karya Prie GS yg sudah ditandatangani beliau.
Prie GS sendiri dalam seminarnya mengutarakan bahwa sebagai ibu jaman sekarang, harus mampu mengadaptasi nilai-nilai sekitar untuk memasukkannya dalam pendidikan anak. Bukan melulu pendidikan ilmu pengetahuan, namun Prie GS menyentil kaum ibu agar mampu melihat kondisi sosial di sekitar, untuk menumbuhkan empati sosial anak. Tentu saja semua disampaikan dg bahasa yg segar, humoris & tayangan slide yg menarik. Di akhir sesi, dibagikan piala bagi para juara lomba hari ibu & penyerahan kenang-kenangan bagi pembicara. Selain itu, bagi para hadirin yg aktif bertanya disediakan doorprize berupa buku2 karya Prie GS yg sudah ditandatangani beliau.
Label:
Kegiatan Jamiyyah
Selasa, Oktober 13, 2009
Halal Bihalal Pengurus Jam'iyyah SDI Al Azhar 25
Selasa, 6 Oktober 2009, bertempat di RM Ayam Bakar Primarasa, para pengurus Jam'iyyah SDI Al Azhar 25 kumpul-kumpul untuk halal bihalal. Dihadiri sekitar 12 orang pengurus acara berlangsung singkat & meriah. Semoga dengan acara gathering semacam ini meningkatkan persaudaraan dan kerjasama intern pengurus. Maklum sebagian besar pengurus adalah para ibu rumahtangga yg kesibukannya mungkin melebihi karyawan kantor, karena sebagai ibu yang baik kami memang tidak mengenal jam kerja, 24 jam seharipun dirasa tidak cukup untuk mengurus suami, anak-anak & rumah. Masih harus menjalankan bisnis pribadi dan tugas kepengurusan. Sehingga jadwal pertemuan kami memang harus diatur ketat. Bahkan momen gathering semacam inipun jarang bisa kami lakukan. For all, thank you so much to be there !
Label:
Kegiatan Jamiyyah
Sabtu, Oktober 03, 2009
Halal Bihalal KBTK Al Azhar 22 & SD Al Azhar 25 - Yayasan Al Fikri
Acara berlangsung lancar, dihadiri semua guru & karyawan termasuk para staf Yayasan Al Fikri. Dresscode yang dipakai busana all white. Dimulai tepat jam 10.00, bertempat di aula. Rekan pengurus jamiyyah yg hadir cukup banyak. Saya ( mama Totik ), m.Adit ( Poppy), m.Fadhil, m.Vika, m.Salma, m.Fendy, m.Reyhan ( mbak Fenty, juragan butik Ayu ) dan Nova ( m.Isya).
Yang membuat acara halal bihalal ini meriah, sebetulnya lebih karena ceramah yg diberikan pak Fauzy ( wali kelas 5A). Sungguh tak disangka, pembawaan beliau yg selama ini kalem bahkan berkesan dingin, ternyata saat memberikan ceramah bisa memancing ketawa ger geran yg hampir tak putus2 dari para hadirin. Sebenarnya, melihat gaya bicara beliau yg kental dg dialek Tegal nya saja sudah sangat lucu..masih ditambah dg joke-joke segar yg dilontarkan beliau. Nggak salah deh pak Budi mendaulat beliau jadi pembicara. Sayang penulis tidak mungkin bisa menyajikan secara tertulis di sini. Jadi buat para pengurus yg tidak datang...rugiii deh.
Foto2 sementara belum bisa saya upload karena hasil take foto oleh m.Fadhil kok buram semua ya..maybe saking gelinya, motret aja sambil ketawa2 sehingga tremble nih tangannya. Bu Tina, please help us..send some pics here....
Label:
Kegiatan Jamiyyah
Minggu, September 20, 2009
Finally....It's time to celebrate !
Akhirnya, hari yg dinanti-nantikan itu datang juga. Minggu 20 September 2009 menjadi hari yg sangat dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia untuk merayakan tuntasnya menjalani ibadah puasa. Pagi jam 05.30, jalanan yg semula sepi sekali, perlahan-lahan diramaikan oleh mobil-mobil, sepeda motor dan para pejalan kaki. Mereka hendak menjalankan sholat ied di tempat favorit masing-masing.
Beberapa tempat yg menjadi lokasi sholat ied antara lain : lapangan Pancasila Sakti bundaran simpang lima, halaman PDAM Tirta Moedal jl. Kelud, lapangan Unnes, halaman RSUD Kariadi, dll. Lain kali mungkin asyik juga ya kalo ada sholat ied di halaman SDI AA 25, diikuti keluarga besar AA25, guru, karyawan, staf Al Fikri, para murid & orangtua. Hmm..pasti menambah erat hubungan silaturahmi. Tapi sayangnya tentu saja hal seperti ini sulit dilaksanakan, karena lebaran identik dg mudik, sehingga pasti banyak di antara kita yg jauh2 hari sudah memilih mudik daripada menetap di Semarang.
Satu hal yg mengganggu pikiran saya selama ini. Tiap kali TVRI stasiun Jawa Tengah menayangkan acara ngabuburit, di antaranya diisi dengan tayangan doa-doa berbuka puasa oleh anak-anak dari berbagai sekolah, ada orangtua murid yg komplain.."Jeng, kenapa sih kok anak-anak Al Azhar 25 nggak pernah masuk TV seperti itu..tuh lihat, sekolah A saja masuk lho". Okey deh bu ( kali dia pengin ya anaknya sesekali masuk TV ) nanti saya sampaikan ke kepala sekolah. Nah, pak Budi..kumaha atuh ? Ide bagus juga kan ?
Pada kesempatan kali ini, pengurus Jam'iyyah juga ingin mengucapkan kepada
Ketua Umum Yayasan Al Fikri Bpk. H.Soetarto beserta segenap pengurus
Kepala Sekolah SDI AA 25 bpk. Budiyarno beserta segenap guru tercinta & karyawan
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Label:
Kegiatan Jamiyyah
Sabtu, September 19, 2009
Segenap Pengurus Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 25 Semarang
mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Semoga kita semua memperoleh Berkah & Rahmat Nya
Label:
Kegiatan Jamiyyah
Rabu, September 16, 2009
Lebaran ...sebentar lagi
Sebentar lagi Ramadhan akan berlalu. Hari kemenangan yang dinanti-nantikan akan segera datang. Suasana makin terasa karena anak-anak AA 25 sudah memasuki liburan panjang. Facebook (FB) yg saat ini juga ikut menjangkiti anak-anak ( meskipun anak di bawah umur semestinya belum diijinkan mendapat akun FB ) setiap menjelang jam buka puasa rame sekali. "Sambil ngabuburit..buka FB dulu ah..hoii lagi apa nih ?", begitu komen seorang siswi AA di FB. Bapak guru pun ikut rame berkirim pesan di FB, bukan main. Yg masih belum nampak di FB tinggal ibu2 guru.
Selain suasana ngabuburit yg makin rame, di perbelanjaan antrean pembeli di kasir mengular, sehingga mungkin satu orang harus menghabiskan waktu setengah jam an hanya untuk membayar barang belanjaan. Tidak hanya belanja makanan, pakaian, sepatu bahkan peralatan rumah tangga juga diserbu pembeli. Saat bazaar Ramadhan tgl 3 September yg lalu pun, di teras aula AA 25, meskipun hanya diperuntukkan 12 stand, ramenya minta ampun. Rata-rata penjual mengutarakan senang karena jualan nya laris manis.
Tapi sebenarnya, mengapa orang kok cenderung berlaku konsumtif saat menyambut Lebaran ? Apa memang harus begitu ? Semestinya Lebaran sebagai hari kemenangan harus diartikan sebagai bentuk kemenangan batin kita dalam memerangi nafsu. Nafsu amarah, nafsu makan berlebihan, nafsu iri hati, nafsu egois, dsb. Hanya orang-orang yang bisa mengalahkan hawa nafsu nyalah yg sebenarnya berhak untuk merayakan kemenangan. Itupun semestinya bukan diartikan dengan hal-hal yg bersifat materi.
Lebaran sebagai bentuk kelahiran kembali umat manusia setelah masa pencucian dosa, semestinya diartikan sebagai perwujudan kembali kita menjadi manusia yg lebih bersih, lebih empati, lebih peduli pada sesama. Dalam hal empati, masih banyak saudara kita yg untuk makan esok hari saja kesulitan setengah mati, apakah harus kita membelanjakan ratusan bahkan jutaan rupiah untuk barang-barang yg sebenarnya sudah kita miliki.
Dalam hal kebersihan hati, sudahkan kita menghentikan nafsu memperkaya diri secara tidak halal, dengan korupsi misalnya ? Jadi marilah kita sambut hari kemenangan itu dengan semangat menjadi manusia baru yang lebih baik.
Segenap pengurus Jam'iyyah AA 25 mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan batin Semoga kita semua bisa mewujudkan semangat menjadi manusia Islam yang baik. Amin.
Label:
Kegiatan Jamiyyah
Selasa, September 15, 2009
And..these are our pics on Kariadi
Gotong royong menyiapkan parcel mainan
Parcel Mainan yg sudah siap dikirim
Berfoto bersama sebelum bezuk
Label:
Kegiatan Jamiyyah
Jumat, September 11, 2009
Kunjungan ke Pasien Anak di RSUD Kariadi - Bakti Sosial Amaliah Ramadhan 2009
Kamis tgl. 10 September 2009
Sejak pagi ibu-ibu sudah berkumpul untuk bersiap mengunjungi pasien-pasien anak tidak mampu yang dirawat di Kariadi. Rencana semula untuk berangkat pukul 08.30 terpaksa molor menjadi pukul 09.30 karena banyak yg terlambat. Maklumlah...namanya juga ibu-ibu, harus membereskan pekerjaan rumah, membantu persiapan suami dll. Itu lho, hebatnya ibu rumah tangga..di tengah tanggung jawab rumah yg tak ada habisnya, masih menyempatkan diri untuk berkegiatan.
Akhirnya dengan 3 mobil, tepat jam 09.30 kami berangkat. Beberapa peserta dari pihak Jam'iyyah yg ikut : m.Totik, m.Ninin, m.Fendy, m.Ryuichi, m.Raihan, m.Adit, m.Gibran, m. Salma. Sementara dari SD Al Azhar 25, ada pak Budi ( kepsek), bu Ayu ( guru BK ) dan pak Khadik ( PSB ). Alhamdullilah, dalam baksos kali ini dana yg terkumpul cukup lumayan, mencapai 9 juta. Dana bersumber dr infak anak-anak, infak pengajian, infak bazaar & kas jam'iyyah. Selain itu,kami juga sudah mengumpulkan banyak mainan bekas layak pakai, buku gambar & crayon yg kemudian kami rakit jadi parcel2 cantik, pada Rabu siang. Kami menyiapkan 40 parcel.
Sesampai di Kariadi, menemui humas sebentar, kami langsung mengunjungi para pasien itu, ada sekitar 40 pasien ( ada tambahan 2 lg penderita thalasemia, sehingga total 42 ). Anak2 terlihat sangat senang mendapatkan parcel mainan, sementara orangtua pasien banyak yg menitikkan air mata terharu saat menerima amplop bantuan dana. Ya, meskipun nilainya mungkin tak seberapa dibanding besarnya biaya pengobatan, namun mereka sangat menghargai bentuk perhatian yg diberikan. Terlihat dg jelas betapa penderitaan mereka, menunggui anak sakit selama berbulan2, jauh dari rumah, tak ada sanak saudara & mungkin saja uang di kantong sudah habis. Betul2 perjuangan yg berat,baik secara materi maupun moril. Kunjungan kami mudah2an bisa membangkitkan kembali semangat para ayah ibu & pasien.
Kali ini, banyak sekali pasien berpenyakit kanker. Kanker otak, mata, darah..belum thalasemia, hemophilia, mal nutrisi, keropos tulang, dll. Rasanya hampir tak percaya, kenapa penyakit seberat ini sudah menimpa anak-anak yg seharusnya masih merasakan cerianya dunia anak. Hati kami sempat tercekat, saat seorang bapak dengan terbata2 menunjukkan foto anaknya sebelum dioperasi kanker mata. Foto itu nampak kucel karena selalu dipegang erat2 olehnya. Saat ini kedua bola mata anak ini sudah diangkat sehingga menjadi buta.
Meskipun di antara kami tidak ada yg menangis, karena sebelumnya sudah diwanti2 agar tdk menangis, hati kami tetap mengharu biru. Hanya saja, air mata justru akan menambah derita moril si pasien.
Pada akhir kunjungan, menyadari bahwa jumlah pasien makin banyak, kami justru semakin terpacu untuk menambah frekuensi kunjungan, dari yg setahun sekali menjadi minimal 2 kali setahun. Untuk itu, kami harus bekerja lebih keras lagi menggalang dana. Tapi kami yakin, setiap tujuan baik pasti akan ada jalan keluarnya. Terima kasih untuk semua teman-teman yg sudah bekerja sangat keras mensukseskan baksos ini, terima kasih juga untuk semua donatur, m.Namira, Cynthia, Anisa, Fidha, dll. Hanya Allah SWT yg bisa membalas kebaikan kalian semua.
Sejak pagi ibu-ibu sudah berkumpul untuk bersiap mengunjungi pasien-pasien anak tidak mampu yang dirawat di Kariadi. Rencana semula untuk berangkat pukul 08.30 terpaksa molor menjadi pukul 09.30 karena banyak yg terlambat. Maklumlah...namanya juga ibu-ibu, harus membereskan pekerjaan rumah, membantu persiapan suami dll. Itu lho, hebatnya ibu rumah tangga..di tengah tanggung jawab rumah yg tak ada habisnya, masih menyempatkan diri untuk berkegiatan.
Akhirnya dengan 3 mobil, tepat jam 09.30 kami berangkat. Beberapa peserta dari pihak Jam'iyyah yg ikut : m.Totik, m.Ninin, m.Fendy, m.Ryuichi, m.Raihan, m.Adit, m.Gibran, m. Salma. Sementara dari SD Al Azhar 25, ada pak Budi ( kepsek), bu Ayu ( guru BK ) dan pak Khadik ( PSB ). Alhamdullilah, dalam baksos kali ini dana yg terkumpul cukup lumayan, mencapai 9 juta. Dana bersumber dr infak anak-anak, infak pengajian, infak bazaar & kas jam'iyyah. Selain itu,kami juga sudah mengumpulkan banyak mainan bekas layak pakai, buku gambar & crayon yg kemudian kami rakit jadi parcel2 cantik, pada Rabu siang. Kami menyiapkan 40 parcel.
Sesampai di Kariadi, menemui humas sebentar, kami langsung mengunjungi para pasien itu, ada sekitar 40 pasien ( ada tambahan 2 lg penderita thalasemia, sehingga total 42 ). Anak2 terlihat sangat senang mendapatkan parcel mainan, sementara orangtua pasien banyak yg menitikkan air mata terharu saat menerima amplop bantuan dana. Ya, meskipun nilainya mungkin tak seberapa dibanding besarnya biaya pengobatan, namun mereka sangat menghargai bentuk perhatian yg diberikan. Terlihat dg jelas betapa penderitaan mereka, menunggui anak sakit selama berbulan2, jauh dari rumah, tak ada sanak saudara & mungkin saja uang di kantong sudah habis. Betul2 perjuangan yg berat,baik secara materi maupun moril. Kunjungan kami mudah2an bisa membangkitkan kembali semangat para ayah ibu & pasien.
Kali ini, banyak sekali pasien berpenyakit kanker. Kanker otak, mata, darah..belum thalasemia, hemophilia, mal nutrisi, keropos tulang, dll. Rasanya hampir tak percaya, kenapa penyakit seberat ini sudah menimpa anak-anak yg seharusnya masih merasakan cerianya dunia anak. Hati kami sempat tercekat, saat seorang bapak dengan terbata2 menunjukkan foto anaknya sebelum dioperasi kanker mata. Foto itu nampak kucel karena selalu dipegang erat2 olehnya. Saat ini kedua bola mata anak ini sudah diangkat sehingga menjadi buta.
Meskipun di antara kami tidak ada yg menangis, karena sebelumnya sudah diwanti2 agar tdk menangis, hati kami tetap mengharu biru. Hanya saja, air mata justru akan menambah derita moril si pasien.
Pada akhir kunjungan, menyadari bahwa jumlah pasien makin banyak, kami justru semakin terpacu untuk menambah frekuensi kunjungan, dari yg setahun sekali menjadi minimal 2 kali setahun. Untuk itu, kami harus bekerja lebih keras lagi menggalang dana. Tapi kami yakin, setiap tujuan baik pasti akan ada jalan keluarnya. Terima kasih untuk semua teman-teman yg sudah bekerja sangat keras mensukseskan baksos ini, terima kasih juga untuk semua donatur, m.Namira, Cynthia, Anisa, Fidha, dll. Hanya Allah SWT yg bisa membalas kebaikan kalian semua.
Label:
Kegiatan Jamiyyah
Rabu, Juli 22, 2009
Hari Anak 23 Juli 2009 : Yang terbaik untuk anak Indonesia
Kamis, 23 Juli 2009, adalah hari Anak. Tidak ada acara khusus di SDI Al Azhar 25, bahkan mungkin juga banyak yang tidak tahu bahwa hari ini adalah hari Anak. Tak terlalu penting menurut saya,karena sebenarnya jika kita sering "kumpul ibu" ( menyitir kumpul bocah nya Vina Panduwinata ) akan terasa sekali betapa sebenarnya di SDI AA25 setiap hari adalah hari Anak, hari yg didedikasikan untuk anak kita.
Mama Salma misalnya, setiap hari mesti rela mengemudi sendiri, menempuh perjalanan panjang dari Jrakah ke Pamularsih, mengantar 2 putra-i nya di SDI AA25, kemudian berbalik masuk ke tol Mangkang untuk menempuh perjalanan panjang, mengantar si sulung ke SMP Al Azhar di Banyumanik. Itu baru sekali antar, belum terhitung perjalanan pulang. Jika dihitung sebulan saja, berapa ratus kilometer yg sudah ditempuh ? Sore hari masih antar les anak, malam masih menemani mereka belajar. Dan tentu saja bukan mama Salma seorang yg seperti ini. Ada mama Nanet yg rela bangun setiap tengah malam untuk mengganti baju anak-anaknya, karena basah oleh keringat. Ada mama Aulia, yg di tengah kesibukan mengurus usaha catering, masih menyempatkan diri menempa bakat seni anaknya yg sungguh luar biasa di bidang seni. Ada mama Fida yg dikaruniai kesabaran luar biasa menghadapi anaknya yg sangat "moody". Masih banyak ibu-ibu bahkan bapak-bapak lain yg seperti ini. Sungguh beruntung anak-anak kita ini.
Namun, bagaimana dengan anak-anak lainnya ? Apakah mereka juga seberuntung anak kita ? Rasanya masih segar dalam ingatan kita, berita tentang seorang bapak yg tega meletakkan anaknya di rel kereta api hingga kaki si anak putus terlindas. Kalau kita rajin mencermati berita di koran, banyak kasus kriminal yg mengorbankan anak-anak, bapak yg memperkosa anak sendiri, ibu yg membakar anaknya, dll. Siapa yg kemudian harus bertanggungjawab pada nasib anak-anak yg kurang beruntung ini ? Pemerintah ? Depsos ? Kita ? Bagaimanapun anak-anak itu adalah generasi penerus bangsa. Jika batin mereka tercederai oleh masa lalu yg kelam,bukankah nantinya bangsa inipun akan mengalami kekelaman juga ? Karenanya, mungkin sedari sekarang kita harus bersama-sama menyingsingkan lengan baju untuk membantu anak-anak lain yg kurang beruntung. Lihat sekitar kita dan bukalah hati bagi anak-anak yg kurang beruntung ini.
Selamat Hari Anak ! Berikan yang terbaik bagi anak Indonesia
Mama Salma misalnya, setiap hari mesti rela mengemudi sendiri, menempuh perjalanan panjang dari Jrakah ke Pamularsih, mengantar 2 putra-i nya di SDI AA25, kemudian berbalik masuk ke tol Mangkang untuk menempuh perjalanan panjang, mengantar si sulung ke SMP Al Azhar di Banyumanik. Itu baru sekali antar, belum terhitung perjalanan pulang. Jika dihitung sebulan saja, berapa ratus kilometer yg sudah ditempuh ? Sore hari masih antar les anak, malam masih menemani mereka belajar. Dan tentu saja bukan mama Salma seorang yg seperti ini. Ada mama Nanet yg rela bangun setiap tengah malam untuk mengganti baju anak-anaknya, karena basah oleh keringat. Ada mama Aulia, yg di tengah kesibukan mengurus usaha catering, masih menyempatkan diri menempa bakat seni anaknya yg sungguh luar biasa di bidang seni. Ada mama Fida yg dikaruniai kesabaran luar biasa menghadapi anaknya yg sangat "moody". Masih banyak ibu-ibu bahkan bapak-bapak lain yg seperti ini. Sungguh beruntung anak-anak kita ini.
Namun, bagaimana dengan anak-anak lainnya ? Apakah mereka juga seberuntung anak kita ? Rasanya masih segar dalam ingatan kita, berita tentang seorang bapak yg tega meletakkan anaknya di rel kereta api hingga kaki si anak putus terlindas. Kalau kita rajin mencermati berita di koran, banyak kasus kriminal yg mengorbankan anak-anak, bapak yg memperkosa anak sendiri, ibu yg membakar anaknya, dll. Siapa yg kemudian harus bertanggungjawab pada nasib anak-anak yg kurang beruntung ini ? Pemerintah ? Depsos ? Kita ? Bagaimanapun anak-anak itu adalah generasi penerus bangsa. Jika batin mereka tercederai oleh masa lalu yg kelam,bukankah nantinya bangsa inipun akan mengalami kekelaman juga ? Karenanya, mungkin sedari sekarang kita harus bersama-sama menyingsingkan lengan baju untuk membantu anak-anak lain yg kurang beruntung. Lihat sekitar kita dan bukalah hati bagi anak-anak yg kurang beruntung ini.
Selamat Hari Anak ! Berikan yang terbaik bagi anak Indonesia
Label:
Kegiatan Jamiyyah
Sabtu, Juli 18, 2009
Selamat Datang Tahun Ajaran Baru 2009 - 2010 !
Senin, 13 Juli 2009 menjadi hari yang menghebohkan. Jalan raya Pamularsih dipadati kendaraan lebih ramai dari hari-hari biasanya. Demikian juga jalan Puspogiwang II, mobil hilir mudik, menurunkan anak-anak siswa/i KBTK-SD Islam Al Azhar 25 Semarang ( atau lebih populer dg nama Al Azhar Pamularsih ). Bapak-bapak Satpam dan para Office Boy (OB) sibuk menjemput para siswa dan mengantar masuk, belum lagi memberi aba-aba pada para pengendara mobil.
Ya, hari itu tahun ajaran baru 2009 - 2010 dimulai. Bukan cuma anak-anak yg bersemangat. Nampak juga para orangtua murid, terutama ibu-ibu siswa kelas 1 antusias menunggui di depan kelas. "Hari pertama sampai ketiga memang kami mengijinkan orangtua untuk menunggui di depan kelas..tapi nanti hari ke-4 mohon maaf, harus di luar gerbang dalam atau di depan aula saja", kata bu Faiz, staf TU pada saya.
Terharu juga saya melihat ketekunan ibu-ibu itu menunggui putra-putrinya..betul-betul dedikasi mereka sebagai ibu semestinya dapat acungan jempol. Pada saat anak-anak dibariskan untuk mengikuti ikrar, nampak pak Rudi, guru "spesialis" anak baru, dengan penuh semangat mengajarkan mereka berbaris. Anak-anak sendiri jangan ditanya, barisnya meliuk-liuk nggak keruan seperti ular, ada yg jongkok, ada yg melamun, ada yg berkali-kali lari ke mama nya.
Saya jadi ingat masa anak saya di kelas 1. Rasanya nggak capek-capeknya saya tiap hari ngintipin anak dari balik jendela. Meskipun oleh guru hanya dibatasi 3 hari, tapi saya jadi tukang intip sampai 3 bulan lho ! Gurunya mungkin juga udah bosen melihat kebandelan saya menerobos masuk gerbang. Ada saja alasan untuk itu, hari ini bilang mau ketemu pak Rudi yg kebetulan jadi wali anakku, besok bilang mau ketemu kepala sekolah, besoknya lagi lain alasan. Akhirnya para guru hanya bisa memandang pasrah saja, hehehe.
Tapi berkat hobby ngintip ini, saya jadi punya teman yg berhobby sama, Riri, atau nama bekennya mama Nanet or mama Adit Ryuichi. Harus pake Ryuichi, karena yg namanya Adit kan bejibun. Mama Adit ini, juga seprofesi, tukang intip..tadinya kupikir orangnya kalem, ternyata....banyak cerita juga. Selain mama Adit, banyak juga ibu-ibu yg suka menerobos masuk..mulai dari mama Gibran ( istri pak Prie GS ), mama Fendi, mama Lita ( sekarang udah move ke jakarta ), mama Eski ( di jakarta juga ), dll. Oh ya, di sekolah kami memang sengaja pakai nama anak, karena lebih gampang diingat, cukup ingat satu nama sudah mencakup ibu & anak. Jadi nggak heran kalau kami sama sekali tidak tahu nama asli ibu-ibu ini. Paling yg gampang saja kami tahu, seperti mama Fendi nama aslinya Nurunik, mama Daham Rayhan nama aslinya Betty, mama Adit Ryuichi nama aslinya Riri.
Tahun ini adalah tahun ke lima bagi anak saya. Kami-kami yg dulu tukang terobos sudah jadi para pengurus Jam'iyyah. Jam'iyyah adalah nama organisasi persatuan orangtua murid atau di sekolah lain dikenal dengan nama Komite Sekolah. Jaringan SDI Al Azhar memakai istilah Jam'iyyah. Tugas utamanya adalah membantu kesuksesan program sekolah sekaligus menjadi mitra sekolah dalam mencapai visi misi Al Azhar.
Kembali ke suasana pagi 13 Juli 2009..
Sementara ibu-ibu "siswa baru" dengan tekunnya menunggui putra-putri mereka..kami yg sudah "senior" asyik juga berkumpul kembali, layaknya reuni..ya namanya ibu-ibu, baru nggak ketemu sebulan saja sudah seperti bertahun-tahun. Heboh berat. Ada yg mukanya bentol-bentol karena mencoba berlibur ala orang desa di Cilacap, ada yg bingung karena berat badannya naik beberapa kilo, ada yg kesal karena nggak dapet hotel saat liburan, dll. Ibu-ibu di Al Azhar ini termasuk golongan "the haves"..tapi mereka tidak sok elit. Hal ini dikarenakan background pendidikan mereka juga bukan main-main..minimal S1 dan rata-rata dari universitas ternama. Rata-rata mereka dulu sebelum menikah menduduki posisi penting di pekerjaannya, namun karena menikah dan punya anak terpaksa mundur dari dunia kerja. Jadi bisa dimaklumi kalau dedikasi mereka ke dunia pendidikan anak sangat tinggi. Harusnya kita memberi acungan bukan satu jempol tapi dua jempol untuk pengorbanan ibu-ibu ini. Tanpa mereka..apa jadinya generasi muda ini. Kini tahu ajaran baru sudah mulai, perjuangan ibu-ibu ini juga akan mulai lagi. Selamat Datang Tahun Ajaran 2009 - 2010. Semoga akan menjadi tahun yg lebih baik.
Ya, hari itu tahun ajaran baru 2009 - 2010 dimulai. Bukan cuma anak-anak yg bersemangat. Nampak juga para orangtua murid, terutama ibu-ibu siswa kelas 1 antusias menunggui di depan kelas. "Hari pertama sampai ketiga memang kami mengijinkan orangtua untuk menunggui di depan kelas..tapi nanti hari ke-4 mohon maaf, harus di luar gerbang dalam atau di depan aula saja", kata bu Faiz, staf TU pada saya.
Terharu juga saya melihat ketekunan ibu-ibu itu menunggui putra-putrinya..betul-betul dedikasi mereka sebagai ibu semestinya dapat acungan jempol. Pada saat anak-anak dibariskan untuk mengikuti ikrar, nampak pak Rudi, guru "spesialis" anak baru, dengan penuh semangat mengajarkan mereka berbaris. Anak-anak sendiri jangan ditanya, barisnya meliuk-liuk nggak keruan seperti ular, ada yg jongkok, ada yg melamun, ada yg berkali-kali lari ke mama nya.
Saya jadi ingat masa anak saya di kelas 1. Rasanya nggak capek-capeknya saya tiap hari ngintipin anak dari balik jendela. Meskipun oleh guru hanya dibatasi 3 hari, tapi saya jadi tukang intip sampai 3 bulan lho ! Gurunya mungkin juga udah bosen melihat kebandelan saya menerobos masuk gerbang. Ada saja alasan untuk itu, hari ini bilang mau ketemu pak Rudi yg kebetulan jadi wali anakku, besok bilang mau ketemu kepala sekolah, besoknya lagi lain alasan. Akhirnya para guru hanya bisa memandang pasrah saja, hehehe.
Tapi berkat hobby ngintip ini, saya jadi punya teman yg berhobby sama, Riri, atau nama bekennya mama Nanet or mama Adit Ryuichi. Harus pake Ryuichi, karena yg namanya Adit kan bejibun. Mama Adit ini, juga seprofesi, tukang intip..tadinya kupikir orangnya kalem, ternyata....banyak cerita juga. Selain mama Adit, banyak juga ibu-ibu yg suka menerobos masuk..mulai dari mama Gibran ( istri pak Prie GS ), mama Fendi, mama Lita ( sekarang udah move ke jakarta ), mama Eski ( di jakarta juga ), dll. Oh ya, di sekolah kami memang sengaja pakai nama anak, karena lebih gampang diingat, cukup ingat satu nama sudah mencakup ibu & anak. Jadi nggak heran kalau kami sama sekali tidak tahu nama asli ibu-ibu ini. Paling yg gampang saja kami tahu, seperti mama Fendi nama aslinya Nurunik, mama Daham Rayhan nama aslinya Betty, mama Adit Ryuichi nama aslinya Riri.
Tahun ini adalah tahun ke lima bagi anak saya. Kami-kami yg dulu tukang terobos sudah jadi para pengurus Jam'iyyah. Jam'iyyah adalah nama organisasi persatuan orangtua murid atau di sekolah lain dikenal dengan nama Komite Sekolah. Jaringan SDI Al Azhar memakai istilah Jam'iyyah. Tugas utamanya adalah membantu kesuksesan program sekolah sekaligus menjadi mitra sekolah dalam mencapai visi misi Al Azhar.
Kembali ke suasana pagi 13 Juli 2009..
Sementara ibu-ibu "siswa baru" dengan tekunnya menunggui putra-putri mereka..kami yg sudah "senior" asyik juga berkumpul kembali, layaknya reuni..ya namanya ibu-ibu, baru nggak ketemu sebulan saja sudah seperti bertahun-tahun. Heboh berat. Ada yg mukanya bentol-bentol karena mencoba berlibur ala orang desa di Cilacap, ada yg bingung karena berat badannya naik beberapa kilo, ada yg kesal karena nggak dapet hotel saat liburan, dll. Ibu-ibu di Al Azhar ini termasuk golongan "the haves"..tapi mereka tidak sok elit. Hal ini dikarenakan background pendidikan mereka juga bukan main-main..minimal S1 dan rata-rata dari universitas ternama. Rata-rata mereka dulu sebelum menikah menduduki posisi penting di pekerjaannya, namun karena menikah dan punya anak terpaksa mundur dari dunia kerja. Jadi bisa dimaklumi kalau dedikasi mereka ke dunia pendidikan anak sangat tinggi. Harusnya kita memberi acungan bukan satu jempol tapi dua jempol untuk pengorbanan ibu-ibu ini. Tanpa mereka..apa jadinya generasi muda ini. Kini tahu ajaran baru sudah mulai, perjuangan ibu-ibu ini juga akan mulai lagi. Selamat Datang Tahun Ajaran 2009 - 2010. Semoga akan menjadi tahun yg lebih baik.
Label:
Kegiatan Jamiyyah
Langganan:
Postingan (Atom)

