Tampilkan postingan dengan label My Book. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Book. Tampilkan semua postingan

Minggu, November 08, 2009

Buku Wajib Baca : Anak Sempurna atau Anak Bahagia



Sinopsis Buku:
Anak-anak diantar ke sana kemari, les itu les ini. Anak-anak mulai bersekolah ketika baru beberapa bulan terlahir ke dunia. Balita digiring setiap hari ke kelompok bermain. Mereka juga harus masuk TK favorit, SD favorit, SMP, kemudian SMU unggulan, dan akhirnya sukses masuk perguruan tinggi ternama, agar berhasil di dunia kerja.
Itulah potret kebanyakan anak-anak kini. Semua fasilitas tersedia: guru privat, bimbingan belajar, kursus-kursus, mainan canggih yang memberi stimulasi pada otak-semuanya! Tetepi, benarkah semua itu menjamin kebahagiaan anak? Apakah menjadikan anak sempurna, menjamin pula kebahagiaannya?

Terdorong fakta jumlah remaja pengunjung klinik psikiatrinya yang terus bertambah, Elisabeth Guthrie mencoba menyingkap masalah mereka dan berbagai faktor yang mendorong para orangtua menjadi orangtua yang kompetitif, dalam Anak Sempurna atau Anak Bahagia?: Dilema Orangtua Modern. Apa saja rekomendasi Guthrie untuk mengatasi masalah ini ? Bagaimana sarannya dalam memastikan perkembangan bakat setiap anak yang sesungguhnya sangat unik? Pengalaman selama 15 tahun tertuang dalam buku ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Elisabeth Guthrie, M.D., adalah Direktur Klinis Diagnosis Pembelajaran Rumah Sakit Anak Blythedale di Valhalla, New York. Dia adalah ibu tiga orang anak, tinggal di Riverdale, New York.
Kathy Matthews adalah penulis berbagai buku laris termasuk The Savvy Mom's Guide to Medical Care, yang ditulisnya bersama Dr. Pam Gallin. Ibu dua anak laki-laki ini tinggal di Pelham, New York.

Buku Wajib Baca : A Child Called 'It'

 
Kita mungkin sering mendengar ungkapan, sebuas-buasnya harimau takkan memakan anaknya sendiri. Tapi benarkah ungkapan itu ? Tahukan moms dads kalau sebagian besar pelaku penyiksaan terhadap anak adalah orang terdekatnya sendiri tak terkecuali orangtua sendiri ? Buku berikut merupakan kisah nyata kehidupan Dave Pelzer yang mengalami "child abusement" di tangan ibunya sendiri. Buku ini sangat menarik untuk dibaca, merupakan salah satu judul dari trilogi autobiographie Dave. Bisa didapat di toko buku Gramedia, sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Yang ingin pinjam, boleh menghubungi penulis ( mama Totik )..asal dikembalikan ya. 


Sinopsis Buku:
Dewasa ini kita sering mendengar peristiwa child abuse - penyiksaan anak. Tetapi apa dan bagaimana sesungguhnya yang dialami dan diderita oleh anak yang menjadi korbannya? Buku ini membuka wawasan kita, mencerahkan dan mendidik. David mengajak kita ikut mengalami rasa takutnya, rasa kekalahannya, rasa kesendiriannya, rasa sakitnya, dan rasa marahnya, sampai pada harapan terakhirnya. Dengan masuk ke dalam alur itu, menjadi jelas bagi kita betapa menyakitkannya dunia gelap yang diderita anak-anak korban child abuse. Bahkan secara lebih detail, kita bisa merasakan tangisan anak-anak itu melalui mata, telinga, dan badan David Pelzer. Dengan membaca buku ini kita juga bahkan bisa merasakan keteguhan hati David untuk keluar dari siksaan yang tak kunjung henti menuju kemenangan.

Dua buku yang lain adalah :



Bagi yang ingin mengetahui lebih banyak kisah Dave Pelzer dan berbagai aktivitasnya saat ini, silakan klik official's website Dave Pelzer di http://www.davepelzer.com/
Berikut adalah bukunya yg ke-4 :




Jumat, September 25, 2009

Totto-chan by Tetsuko Kuroyanagi

Siapa pernah baca buku ini ? Wow..ceritanya sederhana namun membuat kita bisa mengerti cara berpikir seorang anak secara dalam.


















Sedikit sinopsis tentang buku ini ( sumber wikipedia w/ Google Translation )
Buku diawali dengan ibu Totto-chan's datang untuk mengetahui alasan putrinya dikeluarkan dari sekolah umum. Ibunya menyadari bahwa kebutuhan Totto-chan adalah sebuah sekolah di mana  kebebasan berekspresi secara lebih dr biasanya diperbolehkan. Jadi, ia mengambil Totto-chan untuk bertemu dengan kepala sekolah dari sekolah yang baru, Mr Kobayashi. Sejak saat itu persahabatan terbentuk antara guru dan murid.

Buku ini selanjutnya  menggambarkan saat-saat Totto-chan, teman-teman yang membuat, pelajaran ia belajar, dan suasana yang bersemangat ia imbibes. Semua ini disajikan kepada pembaca melalui mata seorang anak. Jadi pembaca melihat bagaimana dunia normal berubah menjadi indah, tempat menarik penuh kegembiraan dan antusiasme. Pembaca juga melihat peran mereka sebagai orang dewasa, bagaimana Mr Kobayashi memperkenalkan kegiatan baru untuk menarik minat murid. Satu melihat dalam Mr Kobayashi seorang pria yang memahami anak-anak dan berusaha untuk mengembangkan kualitas mereka pikiran, tubuh dan hati. Perhatian bagi penyandang cacat dan penekanannya pada kesetaraan dari semua anak yang luar biasa. Di sekolah, anak-anak memimpin hidup bahagia, tidak menyadari hal yang terjadi di dunia. Perang Dunia ke 2 telah dimulai, namun di sekolah ini, tidak ada tanda-tanda itu terlihat. Tapi suatu hari, sekolah ini dibom, dan tak pernah dibangun kembali, meskipun kepala sekolah menyatakan bahwa ia memandang ke depan untuk membangun sekolah yang lebih baik putaran waktu berikutnya. Tidak pernah dilakukan dan ini menjadi berakhirnya Totto-chan sebagai seorang murid di Tomoe Gakuen.

Ayo baca buku ini dan kalian akan tahu sudut pandang seorang anak yg sungguh berbeda dengan kita, para orangtua.