Rabu, September 16, 2009

Lebaran ...sebentar lagi

Sebentar lagi Ramadhan akan berlalu. Hari kemenangan yang dinanti-nantikan akan segera datang. Suasana makin terasa karena anak-anak AA 25 sudah memasuki liburan panjang. Facebook (FB) yg saat ini juga ikut menjangkiti anak-anak ( meskipun anak di bawah umur semestinya belum diijinkan mendapat akun FB ) setiap menjelang jam buka puasa rame sekali. "Sambil ngabuburit..buka FB dulu ah..hoii lagi apa nih ?", begitu komen seorang siswi AA di FB. Bapak guru pun ikut rame berkirim pesan di FB, bukan main. Yg masih belum nampak di FB tinggal ibu2 guru.
Selain suasana ngabuburit yg makin rame, di perbelanjaan antrean pembeli di kasir mengular, sehingga mungkin satu orang harus menghabiskan waktu setengah jam an hanya untuk membayar barang belanjaan. Tidak hanya belanja makanan, pakaian, sepatu bahkan peralatan rumah tangga juga diserbu pembeli. Saat bazaar Ramadhan tgl 3 September yg lalu pun, di teras aula AA 25, meskipun hanya diperuntukkan 12 stand, ramenya minta ampun. Rata-rata penjual mengutarakan senang karena jualan nya laris manis.
Tapi sebenarnya, mengapa orang kok cenderung berlaku konsumtif saat menyambut Lebaran ? Apa memang harus begitu ? Semestinya Lebaran sebagai hari kemenangan harus diartikan sebagai bentuk kemenangan batin kita dalam memerangi nafsu. Nafsu amarah, nafsu makan berlebihan, nafsu iri hati, nafsu egois, dsb. Hanya orang-orang yang bisa mengalahkan hawa nafsu nyalah yg sebenarnya berhak untuk merayakan kemenangan. Itupun semestinya bukan diartikan dengan hal-hal yg bersifat materi. 
Lebaran sebagai bentuk kelahiran kembali umat manusia setelah masa pencucian dosa, semestinya diartikan sebagai perwujudan kembali kita menjadi manusia yg lebih bersih, lebih empati, lebih peduli pada sesama. Dalam hal empati, masih banyak saudara kita yg untuk makan esok hari saja kesulitan setengah mati, apakah harus kita membelanjakan ratusan bahkan jutaan rupiah untuk barang-barang yg sebenarnya sudah kita miliki.
Dalam hal kebersihan hati, sudahkan kita menghentikan nafsu memperkaya diri secara tidak halal, dengan korupsi misalnya ? Jadi marilah kita sambut hari kemenangan itu dengan semangat menjadi manusia baru yang lebih baik.
Segenap pengurus Jam'iyyah AA 25 mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan batin Semoga kita semua bisa mewujudkan semangat menjadi manusia Islam yang baik. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar