Selasa, November 24, 2009

Penambal Ban dan Penjual Jajanan

Selasa, 24 Nopember 2009
Sore sudah menjelang. Mendung semakin tebal. Jam sudah menunjukkan pukul 15.30. Di sepanjang jalan Puspogiwang 3, di belakang sekolah, mobil yang akan menjemput anak-anak mulai berebut lahan parkir yang sangat terbatas. Jangan ditanya dengan kondisi jalan Pamularsih, pasti lebih padat lagi. Para orangtua berharap-harap cemas, kira-kira mana yang lebih dahulu datang, anak mereka atau hujan ? Trauma masih menyelimuti sebagian dari kami, ketika Jumat minggu lalu, Semarang dilanda hujan badai. Petir menyambar-nyambar dengan sangat dasyat. Anak-anak basah kuyup ditimpa hujan ketika selesai mengikuti kegiatan ekskul. Banyak di antaranya menangis ketakutan. Jangankan mereka, kami yang orangtua saja ketakutan mendengar bunyi petir yang seperti ledakan bom di telinga. Semoga saja, sore ini cerah..begitu kami berharap.

Sambil menanti anak-anak pulang, iseng-iseng saya berjalan ke arah RM Mbok Berek, kira-kira hanya 5 meter dari sekolah. Saya sangat ingin tahu, apakah bapak tua penambal ban sepeda itu masih berada di situ ? Ternyata masih ! Pak tua itu seolah tidak peduli akan mendung. Selama 5 tahun saya melewati jalan ini, pak tua itu masih terus setia menempati pinggir gang, sambil berharap ada orang yang akan memanfaatkan keahlian satu-satunya, menambal ban sepeda. Dulu saya pernah iseng bertanya pada orangtua murid kelas senior, sejak kapan pak tua itu berada di situ ? "Sebelum saya menyekolahkan anak di sini,pak tua itu sudah bekerja di situ", jawab si ibu. Alamak..berarti bapak tua itu sudah bertahun-tahun hidup seperti itu. Pernah suatu siang saya lewat berjalan kaki, pak tua itu tidur siang sambil duduk di pinggir jalan. Rasanya sangat kontras kehadiran pak tua tersebut ditengah lingkungan sekolah yang terkenal elite ini.

Selain pak tua, saya bertemu pula dengan seorang nenek tua yang sudah terhuyung-huyung jalannya. Di tangan kanannya nampak dia membawa plastik. Ternyata isinya jajanan kuno yang dulu dikenal dengan nama berondong. Si nenek berjalan dari halaman depan sekolah hingga halaman belakang. Setiap orang yang dijumpai, ditawari jajanannya. Harganya sangat murah, 3000 perak untuk 10 buah. Tapi saya lihat hingga si nenek pergi ke arah jalan Siliwangi, tak seorangpun di sekolah itu yang membeli makanannya. Berondong yang sudah kuno itu, tentu saja sangat tidak menarik hati bagi anak-anak, juga bagi para orangtua.

Saya memang tidak punya foto aslinya, tapi kira-kira beginilah 
penampilan pak tua tersebut.


Melihat dua peristiwa itu, terasa sekali ironi kehidupan dalam tatanan masyarakat kita. Sebagai sekolah Islam yang elite, di mana masyarakat yang menyekolahkan putra-putrinya di situ tentu juga termasuk kaum elit Islam, semestinya kita membawa manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar. Bukan hanya pihak sekolah, tapi juga kita para orangtua. Melalui 2 pertemuan tadi, Allah seolah ingin mengingatkan kita agar kita tidak menjadi manusia-manusia penghuni istana gading, sibuk dengan diri sendiri & keluarga kita. Tapi Allah ingin kita menjadi manusia yang lebih berguna bagi sesama kita, terutama masyarakat sekitar. Karena manusia Islam sejati seharusnya adalah manusia yang bisa menyebarkan ajaran Islamnya dengan menjadikan dirinya bermanfaat bagi sesama yang sedang menderita.Tak kan ada gunanya kita mendalami ajaran Islam tapi menutup mata pada penderitaan di sekitar kita. Semoga kita akan lebih membuka mata kita. Bukankah nanti saat di akhirat kita akan ditanya, apa manfaat kehadiranmu bagi manusia lain ? Sudahkah anda siap menjawabnya ? Mari kita bersiap karena kita tidak akan tahu kapan maut menjemput.

Ucapan : Selamat Idhul Adha

Kami segenap pengurus Jam'iyyah SDI Al Azhar 25 Semarang mengucapkan :

Selamat Hari Raya Idhul Adha
Semoga Amal Budi Bapak Ibu bisa menjadikan ampunan bagi segala dosa
Semoga momen  ini menjadikan kita 
manusia yang lebih peka pada penderitaan 
sesama manusia di sekitar kita



Sabtu, November 21, 2009

Ucapan : Pak Dedy & Mama Salma

Untuk mama Salma ( sie sosial ):
Kami segenap pengurus Jam'iyyah mengucapkan 
Selamat Menunaikan Ibadah Haji 
Semoga Selamat Sampai di Tujuan 
dan Bisa Menjalankan Ibadah Dengan Khusyuk
serta Pulang Kembali Dengan Selamat Tak Kurang Suatu Apa

Untuk pak Deddy ( wali kelas 3A ) :
Kami Segenap Pengurus Jam'iyyah Mengucapkan
Semoga Lekas Sembuh dan 
Kembali Bisa Beraktivitas

Puncak Tema Kelas 3 : Kunjungan Ke Kebun Obat Ny. Meneer

Senin, tgl. 2 Nopember 2009
             Hari ini anak-anak kelas 3 berangkat sekolah dengan sangat gembira karena mereka akan diajak bapak ibu guru berkunjung ke kebun obat Ny. Meneer di Ungaran. Sebelumnya mereka akan diajak berkunjung terlebih dahulu ke pabrik jamu ternama tersebut di jl. raya Kaligawe Semarang.
            Di halaman sekolah sudah terparkir 2 bus DAMRI AC yang disewa oleh pihak sekolah bersama dengan Jam'iyyah untuk mengantarkan anak-anak tersebut ke tempat tujuan. Ya, salah satu pemanfaatan Dana Jam'iyyah memang adalah untuk membantu penyelenggaraan Puncak Tema, sehingga kegiatan bisa terselenggara dengan nyaman dan aman.
           Murid-murid kelas 1 semula sangat girang, mengira bahwa merekalah yg akan diajak pergi, karena bis diparkir dekat sekali dengan halaman kelas mereka. . Sabar ya nak, giliran kalian nanti saat kelas 2. Tahun ajaran ini, anak-anak kelas 1 akan pergi berkunjung ke rumah teman, sehingga tidak akan bepergian menaiki bus.
         Tepat pukul 08.00 setelah melakukan ikrar bersama di lapangan, anak-anak kelas 3 dengan dipimpin oleh pak Deddy, wali murid kelas 3A, diajak berbaris dengan tertib menuju ke dalam bus. Empat orang pengurus Jam'iyyah yang bertugas hari itu mendampingi perjalanan anak-anak sudah siap sejak jam 07.00 di sekolah, yaitu m.Nanet, m.Fadhil, m.Reihan dan m.Isya. Berdasarkan laporan lisan yang masuk, acara berlangsung meriah dan lancar. Tapi mungkin ada yg perlu dicermati oleh Bapak Ibu guru, bahwa pihak tuan rumah yakni Ny.Meneer, nampaknya tidak terlalu siap tak seperti halnya Teh Botol Sosro. Bisa jadi karena mereka memang masih baru dalam menyelenggarakan studi wisata semacam ini. Namun secara umum, anak-anak sangat menyukainya. ( Dhil's mom, I 've been waiting so long for your news. Send it to me please )

 
 
 
 
 
 
 
All the pics, credit thank : Mama Fadhil

Belum semua foto berhasil kami upload karena kondisi cuaca yg buruk membuat koneksi inet melambat very very slow...like a snail. Belum lagi listrik yang berkali-kali mati sehingga postingan sering gagal.

         

Minggu, November 08, 2009

Buku Wajib Baca : Anak Sempurna atau Anak Bahagia



Sinopsis Buku:
Anak-anak diantar ke sana kemari, les itu les ini. Anak-anak mulai bersekolah ketika baru beberapa bulan terlahir ke dunia. Balita digiring setiap hari ke kelompok bermain. Mereka juga harus masuk TK favorit, SD favorit, SMP, kemudian SMU unggulan, dan akhirnya sukses masuk perguruan tinggi ternama, agar berhasil di dunia kerja.
Itulah potret kebanyakan anak-anak kini. Semua fasilitas tersedia: guru privat, bimbingan belajar, kursus-kursus, mainan canggih yang memberi stimulasi pada otak-semuanya! Tetepi, benarkah semua itu menjamin kebahagiaan anak? Apakah menjadikan anak sempurna, menjamin pula kebahagiaannya?

Terdorong fakta jumlah remaja pengunjung klinik psikiatrinya yang terus bertambah, Elisabeth Guthrie mencoba menyingkap masalah mereka dan berbagai faktor yang mendorong para orangtua menjadi orangtua yang kompetitif, dalam Anak Sempurna atau Anak Bahagia?: Dilema Orangtua Modern. Apa saja rekomendasi Guthrie untuk mengatasi masalah ini ? Bagaimana sarannya dalam memastikan perkembangan bakat setiap anak yang sesungguhnya sangat unik? Pengalaman selama 15 tahun tertuang dalam buku ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Elisabeth Guthrie, M.D., adalah Direktur Klinis Diagnosis Pembelajaran Rumah Sakit Anak Blythedale di Valhalla, New York. Dia adalah ibu tiga orang anak, tinggal di Riverdale, New York.
Kathy Matthews adalah penulis berbagai buku laris termasuk The Savvy Mom's Guide to Medical Care, yang ditulisnya bersama Dr. Pam Gallin. Ibu dua anak laki-laki ini tinggal di Pelham, New York.

Buku Wajib Baca : A Child Called 'It'

 
Kita mungkin sering mendengar ungkapan, sebuas-buasnya harimau takkan memakan anaknya sendiri. Tapi benarkah ungkapan itu ? Tahukan moms dads kalau sebagian besar pelaku penyiksaan terhadap anak adalah orang terdekatnya sendiri tak terkecuali orangtua sendiri ? Buku berikut merupakan kisah nyata kehidupan Dave Pelzer yang mengalami "child abusement" di tangan ibunya sendiri. Buku ini sangat menarik untuk dibaca, merupakan salah satu judul dari trilogi autobiographie Dave. Bisa didapat di toko buku Gramedia, sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Yang ingin pinjam, boleh menghubungi penulis ( mama Totik )..asal dikembalikan ya. 


Sinopsis Buku:
Dewasa ini kita sering mendengar peristiwa child abuse - penyiksaan anak. Tetapi apa dan bagaimana sesungguhnya yang dialami dan diderita oleh anak yang menjadi korbannya? Buku ini membuka wawasan kita, mencerahkan dan mendidik. David mengajak kita ikut mengalami rasa takutnya, rasa kekalahannya, rasa kesendiriannya, rasa sakitnya, dan rasa marahnya, sampai pada harapan terakhirnya. Dengan masuk ke dalam alur itu, menjadi jelas bagi kita betapa menyakitkannya dunia gelap yang diderita anak-anak korban child abuse. Bahkan secara lebih detail, kita bisa merasakan tangisan anak-anak itu melalui mata, telinga, dan badan David Pelzer. Dengan membaca buku ini kita juga bahkan bisa merasakan keteguhan hati David untuk keluar dari siksaan yang tak kunjung henti menuju kemenangan.

Dua buku yang lain adalah :



Bagi yang ingin mengetahui lebih banyak kisah Dave Pelzer dan berbagai aktivitasnya saat ini, silakan klik official's website Dave Pelzer di http://www.davepelzer.com/
Berikut adalah bukunya yg ke-4 :




Jean Piaget, tokoh psikologi perkembangan anak


Moms - Dads, 
Untuk memberikan pola pengasuhan yang tepat pada anak-anak kita, seyogyanya orangtua sedikit banyak belajar mengenai psikologi perkembangan anak.Karena dengan bekal pengetahuan psikologi yang cukup maka kita akan lebih bijak dalam menghadapi anak dan segala permasalahannya. Ilmu psikologi sendiri sebenarnya tergolong pada common sense knowledge atau ilmu pengetahuan umum, yang bisa dipelajari oleh siapa saja. Bagi para orangtua anak2 SDI AA 25 yang rata2 mengenyam pendidikan tinggi, saya rasa belajar ilmu psikologi tidaklah sulit, hanya tinggal kemauan dan tekat untuk belajar saja. Percayalah, kita akan menjadi sangat terbantu jika mau memperlajari psikologi anak, karena sesungguhnya yang mengetahui tentang anak kita adalah orangtua sendiri, bukan dokter anak, bukan psikolog, bukan guru kelas. Jadi, mari kita belajar lagi. Sekarang penulis ingin memperkenalkan salah satu tokoh psikologi perkembangan anak yang sangat besar jasanya bagi ilmu psikologi, Jean Piaget. Semoga dengan mengenalnya, kita akan makin tertarik untuk belajar, demi anak kita.


Jean Piaget (lahir di Neuchâtel, Swiss, 9 Agustus 1896 – meninggal 16 September 1980 pada umur 84 tahun) adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan psikolog perkembangan Swiss, yang terkenal karena hasil penelitiannya tentang anak-anak dan teori perkembangan kognitifnya. Menurut Ernst von Glasersfeld, Jean Piaget adalah juga "perintis besar dalam teori konstruktivis tentang pengetahuan"[1]. Karya Piaget pun banyak dikutip dalam pembahasan mengenai psikologi kognitif.

Riwayat Singkat
Piaget dilahirkan di Neuchâtel di wilayah Swiss yang berahasa Perancis. Ayahnya, Arthur Piaget, adalah seorang profesor dalam sastra Abad Pertengahan di Universitas Neuchâtel. Piaget adalah seorang anak yang terlalu cepat menjadi matang, yang mengembangkan minatnya dalam biologi dan dunia pengetahuan alam, khususnya tentang moluska (kerang-kerangan), dan bahkan menerbitkan sejumlah makalah sebelum ia lulus dari SMA. Malah, kariernya yang panjang dalam penelitian ilmiah dimulai ketika ia baru berusia 11 tahun, dengan diterbitkannya sebuah makalah pendek pada 1907 tentang burung gereja albino. Sepanjang kariernya, Piaget menulis lebih dari 60 buah buku dan ratusan artikel.
Piaget memperoleh gelar Ph.D. dalam ilmu alamiah dari Universitas Neuchâtel, dan juga belajar sebentar di Universitas Zürich. Selama masa ini, ia menerbitkan dua makalah filsafat yang memperlihatkan arah pemikirannya pada saat itu, tetapi yang belakangan ditolaknya karena dianggapnya sebagai karya tulis seorang remaja. Minatnya terhadap psikoanalisis, sebuah aliran pemikiran psikologi yang berkembang pada saat itu, juga dapat dicatat mulai muncul pada periode ini.
Belakangan ia pindah dari Swiss ke Grange-aux-Belles, Perancis, dan di sana ia mengajar di sekolah untuk anak-anak lelaki yang dikelola oleh Alfred Binet, pengembang tes intelegensia Binet. Ketika ia menolong menandai beberapa contoh dari tes-tes intelegensia inilah Piaget memperhatikan bahwa anak-anak kecil terus-menerus memberikan jawaban yang salah untuk pertanyaan-pertanyaan tertentu. Piaget tidak terlalu memperhatikan pada jawaban-jawaban yang keliru itu, melainkan pada kenyataan bahwa anak-anak yang kecil itu terus-menerus membuat kesalahan dalam pola yang sama, yang tidak dilakukan oleh anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa. Hal ini menyebabkan Piaget mengajukan teori bahwa pemikiran atau proses kognitif anak-anak yang lebih kecil pada dasarnya berbeda dengan orang-orang dewasa. (Belakangan, ia mengajukan teori global tentang tahap-tahap perkembangan yang menyatakan bahwa setiap orang memperlihatkan pola-pola kognisi umum yang khas dalam setiap tahap perkembangannya.) Pada 1921, Piaget kembali ke Swiss sebagai direktur Institut Rousseau di Geneva.
Pada 1923, ia menikah dengan Valentine Châtenay, salah seorang mahasiswinya. Pasangan ini memperoleh tiga orang anak, yang dipelajari oleh Piaget sejak masa bayinya. Pada 1929, Jean Piaget menerima jabatan sebagai Direktur Biro Pendidikan Internasional, yan tetap dipegangnya hingga 1968. Setiap tahun, ia menyusun "Pidato Direktur"nya untuk Dewan BPI itu dan untuk Konferensi Internasional tentang Pendidikan Umum, dan di dalamnya ia secara eksplisit mengungkapkan keyakinan pendidikannya.
Tahap-tahap perkembangan kognitif
Piaget menjabat sebagai profesor psikologi di Universitas Geneva dari 1929 hingga 1975 dan ia paling terkenal karena menyusun kembali teori perkembangan kognitif ke dalam serangkaian tahap, memperluas karya sebelumnya dari James Mark Baldwin, menjadi empat tahap perkembangan yang lebih kurang sama dengan (1) masa infancy, (2) pra-sekolah, (3) anak-anak, dan (4) remaja. Masing-masing tahap ini dicirikan oleh struktur kognitif umum yang mempengaruhi semua pemikiran si anak (suatu pandangan strukturalis yang dipengaruhi oleh filsuf Immanuel Kant). Masing-masing tahap mewakili pemahaman sang anak tentang realitas pada masa itu, dan masing-masing kecuali yang terakhir adalah suatu perkiraan (approximation) tentang realitas yang tidak memadai. Jadi, perkembangan dari satu tahap ke tahap yang lainnya disebabkan oleh akumulasi kesalahan di dalam pemahaman sang anak tentang lingkungan nya; akumulasi ini pada akhirnya menyebabkan suatu tingkat ketidakseimbangan kognitif yang perlu ditata ulang oleh struktur pemikiran.
Keempat tahap perkembangan itu digambarkan dalam teori Piaget sebagai
  1. Tahap sensorimotor: dari lahir hingga 2 tahun (anak mengalami dunianya melalui gerak dan inderanya serta mempelajari permanensi obyek)
  2. Tahap pra-operasional: dari 2 hingga 7 tahun (mulai memiliki kecakapan motorik)
  3. Tahap operasional konkret: dari 7 hingga 11 tahun (anak mulai berpikir secara logis tentang kejadian-kejadian konkret)
  4. Tahap operasional formal: setelah usia 11 tahun (perkembangan penalaran abstrak).
Karya-karya penting dan keberhasilan
  • Piaget, J. (1950). Introduction à l’Épistémologie Génétique. Paris: Presses Universitaires de France.
  • Piaget, J. (1961). La psychologie de l'intelligence. Paris: Armand Colin (1961, 1967, 1991). Versi online
  • Piaget, J. (1967). Logique et Connaissance scientifique, Encyclopédie de la Pléiade.
  • Inhelder, B. dan J. Piaget (1958). The Growth of Logical Thinking from Childhood to Adolescence. New York: Basic Books.
  • Inhelder, B. dan Piaget, J. (1964). The Early Growth of Logic in the Child: Classification and Seriation. London: Routledge and Kegan Paul.
  • Piaget, J. (1928). The Child's Conception of the World. London: Routledge and Kegan Paul.
  • Piaget, J. (1932). The Moral Judgment of the Child. London: Kegan Paul, Trench, Trubner and Co.
  • Piaget, J. (1952). The Child's Conception of Number. London: Routledge and Kegan Paul.
  • Piaget, J. (1953). The Origins of Intelligence in Children. London: Routledge and Kegan Paul.
  • Piaget, J. (1955). The Child's Construction of Reality. London: Routledge and Kegan Paul.
  • Piaget, J. (1971). Biology and Knowledge. Chicago: University of Chicago Press.
  • Piaget, J. (1995). Sociological Studies. London: Routledge.
  • Piaget, J. (2001). Studies in Reflecting Abstraction. Hove, UK: Psychology Press.

Kemeriahan Bulan Bahasa 2009


Setiap Oktober, AA 25 selalu menyelenggarakan bulan bahasa untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Tahun ini acara diselenggarakan pada tanggal 5 Nopember 2009, terpaksa mundur karena anak-anak pada minggu sebelumnya harus menyelesaikan UTS ( Ulangan Tengah Semester ).

Pada bulan Bahasa kali ini, AA 25 menyelenggarakan berbagai kegiatan, antara lain : tanggal 4-11-2009 mendatangkan mobil pintar dari Unit Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, lomba menulis halus, lomba membuat karangan dengan tema tertentu, lomba menulis aksara jawa, lomba baca puisi dan bazaar buku.
tanggal 5-11-2009 lomba berbusana batik, pentas seni anak-anak, bazaar buku dan pembagian piala bagi pemenang. Pada hari yang sama, Jam'iyyah menyelenggarakan bazaar dan pengajian serta membantu konsumsi anak-anak.

Acara anak-anak berlangsung sangat meriah. Dari berbagai tampilan pentas seni, kelas 5 putri menampilkan paduan suara yang sangat bagus, hasil latihan oleh pak Milhan, membawakan lagu pop barat yg sudah diubah liriknya oleh pelatih.

Pengajian Jam'iyyah meski hanya dihadiri sekitar 50 ibu-ibu namun cukup khusuk. Ustadzah Hj.Niswatun Hasanah berhasil menghidupkan suasana dengan humor-humor segarnya. Beliau membawakan topik "Menyikapi Bencana Alam". Pada intinya, beliau menekankan bahwa manusia sudah saatnya mempertebal keyakinan pada Allah SWT dan mempercayai bahwa hidup mati seseorang ditentukan olehNya. Tidak ada siapapun di dunia ini bisa meramalkan kapan akan terjadinya hari kiamat, semua sudah diatur oleh yang kuasa. Tugas manusia terutama kaum ibu adalah membekali anak-anak dengan tuntunan hidup yang baik. Manusia harus rajin beramal untuk meringankan segala langkah kita di akhirat nanti, menjauhi segala iri dengki, bersikap hidup jujur dan sederhana.

Setelah pengajian, diadakan presentasi Tabungan Naik Haji oleh Bank Mega Syariah. Sesi terakhir diberikan paparan program kerja Jam'iyyah 2009-2010 dan launching blog Jam'iyyah. Tidak terlalu banyak perubahan untuk program kerja rutin, sedangkan untuk program insidentil, Jam'iyyah punya 2 gawe besar di tahun 2009-2010 ini yakni Hari Ibu sebagai penutup tahun dan Grand Expo Jam'iyyah-AA25 pada hari Kartini ( digabung dengan Hardiknas).

Berikut adalah beberapa foto hasil dokumentasi saat Bulan Bahasa 6 Nopember 2009 kemarin.

 
 
 
 


Senin, November 02, 2009

SD Islam Al Azhar 25 Finally Succeed !

Senin, 2 Nopember 2009, menjadi hari yang sangat mendebarkan bagi Tim Olimpiade Sains AA 25. Hari ini mereka kembali harus berjuang meraih prestasi pada Olimpiade Sains SD di Unnes.

Sedikit mengulas tentang penyelenggaraan, bisa saya sampaikan :
Olimpiade ini diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika ( Himafi ) FMIPA UNNES dalam rangka Pekan Ilmiah Fisika ke XX Hima Fiska FMIPA. Olimpiade diadakan untuk tingkat SD-SMP hingga SMA se Karesidenan Semarang. Seleksi awal sebagaimana telah disampaikan pada artikel sebelumnya diadakan di 3 kota, Semarang, Demak dan Kendal pada Minggu, 18 Oktober yang lalu. Rabu, 21 Oktober hasil lomba untuk tingkat SD dirilis online, dengan hasil 30 peserta berhasil maju ke babak berikutnya, dari tiap kota tempat seleksi diambil 10 regu.

Tepat pukul 08.30, setelah selesai mengikuti upacara bendera & ikrar bersama di lapangan sekolah, ananda Marsya-Rifky-Totik ( semua dari kelas 5A ) didampingi guru pak Fauzi,S.Pd dan ketua Jam'iyyah Mama Totik berangkat ke Unnes, menggunakan mobil sekolah.

Gbr : Berfoto dulu di halaman belakang SDI AA 25


Gbr : Mengisi Daftar Hadir


Gbr : Review sejenak sebelum masuk ruang tes


Gbr : Doakan kami ya ! Di depan ruang tes

Sedikit out of topic, pada saat yang bersamaan, 4 pengurus Jam'iyyah lainnya, mama Nanet, mama Fadhil, mama Isya & mama Raihan (mbak Fenty) harus berangkat mendampingi siswa-i kelas 3 yang mengadakan kunjungan ke Kebun Obat Ny.Meneer. Mereka berangkat memakai bus carteran DAMRI. Sepanjang perjalanan, kami selalu menyempatkan diri saling berhubungan untuk terus memantau keberlangsungan acara. Untuk kunjungan ke Kebun Obat, akan disampaikan dalam tulisan tersendiri.

Kembali  ke topik semula. Dalam perjalanan pak Fauzi memanfaatkan waktu untuk kembali memperdalam pengetahuan anak-anak tentang sains. Saya sendiri lebih banyak diam sambil terheran-heran mendengar soal-soal yang dibacakan pak Fauzi..wooww..itu mah soal saya waktu di SMA dulu, kenapa sekarang menjadi materi pelajaran SD ? Salah satu contohnya, pak Fauzi mengulang kembali tentang Energi Potensial dan Energi Kinetik, bersama rumus dan penerapannya. It's amazing...Marsya dkk tampak biasa saja menghadapi soal-soal itu & bisa menjawab dengan santai.

Sesampai di Unnes, suasana sudah ramai. Hampir seluruh peserta sudah hadir. Waktu yang tersisa setelah absensi tidak banyak. Beberapa menit kemudian semua peserta sudah harus masuk ke ruang tes di lantai 2, para penunggu tetap dilantai 1. Kali ini nampak pula rombongan dari Demak & Kendal yang tidak hanya didampingi guru, tetapi juga jajaran Diknas Demak & Kendal. Dari kota Semarang, nampak hadir peringkat ke-1 seleksi awal, SD Marsudirini didampingi guru. Dari sekolah  lain nampak SD Tritunggal, Nasima, SDIT Firdaus, dll. Rombongan paling heboh mungkin dari SD Tritunggal, dimana tiap peserta didampingi juga papa-mamanya. ( Untung saya ikut..kalau tidak mungkin AA 25 menjadi rombongan paling sepi...sekolah lain minimal menyertakan 2 guru)Selang 1 jam kemudian, seleksi awal selesai, kami semua beristirahat sambil menunggu hasilnya.


Waktu dimanfaatkan untuk membahas soal-soal yg diberikan. Ada yang agak mengecewakan karena soal-soal yang seharusnya mudah karena diberikan rumus lengkap, dijawab dengan asal saja, oleh Totik. Herannya, Marsya dan Rifky juga oke-oke saja. Waaaah..Totik..jangan gitu dong nak, masak menjawab berdasarkan wangsit..hahaha. Lucunya, soal2 yang menurut saya sangat sulit, bisa dijawab dengan mudah oleh mereka. Selesai membahas soal, anak-anak makan snack dari panitia dan cemilan yg dibelikan pak Fauzi. Selesai sholat, saya mengajak anak-anak makan siang di kantin, dengan harapan setelah makan kondisi mereka akan fit kembali dan siap maju untuk babak berikutnya. Apes, makanan di kantin hanya cocok untuk orang dewasa, sehingga anak-anak menolak makan hanya minum saja.

Gbr : Istirahat siang sambil membahas soal-soal

Tepat pukul 12.15 hasil dirilis. Kami lihat pak Fauzi menenteng 3 sertifikat dg muka tertunduk lesu. “Gawat..kalah nih”, pikir saya. Rombongan Nasima juga lewat dan tertunduk lesu, langsung pulang. “Ayo..anak2..kita kalah, pulang saja”kata pak Fauzi. Marsya melotot tidak percaya, sementara Rifky & Totik cuek saja. Tiba-tiba pak Fauzi tertawa lebar, “Hayo siap-siap, kita masuk final ! Peringkat 2 “. Wah ternyata pak Fauzi bohong. Dari daftar hasil seleksi pertama, yang berhasil lolos ada 6 regu dengan skor masing-masing sbg  :
SD Marsudirini            : 99
SDI Al Azhar 25                      : 85
SD Patukangan 1 Kendal          : 74
SDK Tritunggal                        : 70
SDN 5 Demak                         : 62
SDN Mutih Kulon Demak        : 50
Seleksi tahap berikut yang harus dilakukan anak-anak adalah :
a.       Tes Praktikum
b.      Cerdas Cermat

Lokasi lomba kemudian berpindah ke gedung Laboratorium Fisika Dasar UNNES di lantai 1. Setelah pembagian makan siang dari panitia, yang anak-anak lagi-lagi tidak doyan, para peserta dipersilakan masuk ke laboratorium. Sifat tes sangat tertutup, hanya para panitia dan juri yang boleh masuk. Cukup membuat tegang para penunggu.

Tepat 1 jam kemudian, semua peserta dan para penunggu dipersilakan naik ke lantai 2 gedung untuk mengikuti cerdas cermat. Soal cerdas cermat dibagi 3 tingkat : Pilihan, Simulasi Video dan Rebutan. Saya agak cemas karena pak Fauzi memposisikan Totik sebagai juru bicara regu. Saya sangat tahu bahwa selain pintar berdebat & memberikan deskripsi, Totik juga spekulatif & emosional. Pada tahap awal, Totik dkk berhasil melaju dengan sangat baik, hingga mencapi peringkat 2. Pada tahap Simulasi Video, Totik mulai nampak berspekulasi, dia sangat berani menjawab berbagai pertanyaan tanpa banyak berunding dengan teman-temannya. Pada tahap ke 2 ini, tidak ada nilai yg berhasil diperoleh. Ketika memasuki pertanyaan rebutan, Totik sangat berani menjawab, bahkan kadang-kadang memberikan contoh pada juri. Beberapa nilai berhasil direbut. Sayang, beberapa kali Totik terlambat memencet bel, sehingga soal-soal yg sebenarnya sangat dikuasai, dijawab oleh regu lain meski tidak sempurna. Perlu saya sampaikan pula bahwa juri kadang memberi nilai secara tidak adil. Misalnya regu yang menjawab hanya dengan mengulang jawaban regu sebelumnya tetap mendapat nilai. Padahal kalau hanya mengulang dan tidak melengkapi, mestinya tidak mendapat nilai. Marsudirini kali ini banyak diuntungkan karena tetap diberi nilai meski hanya mengulang jawaban. Ketika akhirnya Cerdas Cermat selesai, kami bersorak gembira, Al Azhar meraih nilai tertinggi 159 !
Sekarang tinggal menunggu rekap nilai dari hasil praktikum.15 menit kemudian, juri mengumumkan hasil nilai praktikum. Ohh…tidak, nilai praktikum Totik dkk menduduki peringkat terbawah. Memang saat keluar dari ruang lab, Marsya sempat mengeluh bahwa ruangan gelap sehingga sulit melakukan pengamatan.

Akhirnya dengan rekap nilai praktikum & cerdas cermat, SDI AA 25 pun dinyatakan sebagai juara ke 2 ! Juara ke-1 diduduki SD Marsudirini. Juara ke-3 SDK Tritunggal.
Tidak apa nak, jangan sedih. Perjuangan kalian kali ini sungguh sangat hebat. Soal-soal yang diberikan panitia, benar-benar sangat sulit. ( Bagi para moms yang ingin mendapatkan contoh soal, bisa menghubungi mama Totik. Barangkali ingin putra-i nya mengikuti lomba serupa )  Sehingga kalau saat ini duduk di peringkat 2, itu sudah sangat hebat. Kekalahan dari Marsudirini juga tidak terlalu jauh. Setelah pembagian piala dan berfoto bersama, kamipun pulang dengan hati gembira.

Untuk Panitia, saya harus memberikan acungan jempol karena penyelenggaraan kali ini terhitung rapi & bagus. Untuk pak Fauzi, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas dedikasi Bapak dalam memajukan anak-anak. Untuk pak Budi, our CEO, selamat ya pak anda memiliki guru yang hebat ! Dan untuk semua tim Sains SDI Al Azhar 25 : Marsya, Rifky dan Totik, saya ucapkan :
SELAMAT ATAS KEBERHASILAN MERAIH PRESTASI 
SEBAGAI 
JUARA KE 2 OLIMPIADE SAINS 
PEKAN ILMIAH FISIKA XX UNNES 2009
PRESTASI KALIAN KEBANGGAAN KAMI

Gbr : Suasana Ruang Cerdas Cermat
 

Gbr : ki-ka Marsya, Totik, Rifky mendapat posisi Regu B


 Gbr : Regu lain tegang, tapi regu B santai saja


Gbr : Alat Praktikum
 
Gbr. Alat Praktikum 2


Gbr : Alat Praktikum 3


Gbr : Deretan Alat Praktikum Lainnya


Gbr : Lomba dimulai


Gbr : Juri 1 & Juri 2


Gbr : Biar tegang tetap smile


Gbr : Menanti pembagian piala...horee..juara !


Gbr : ka-ki Marsudirini, AA 25, TriTunggal, SDN 5 Demak


Gbr : Berbangga dengan Piala


Gbr : Mejeng bersama juara lainnya


Gbr : Berfoto bersama Panitia & Juri


Gbr : Bersama Pak Fauzi, guru & pelatih Tim Sains


Gbr : Bersama Supporter tunggal, Ketua Jam'iyyah.
Panitia numpang berfoto di belakang